Selasa, 27 Desember 2011

Terbaik namun bukanlah yang terbaik sesungguhnya

Tatkala kita mempercayai sesuatu adalah yang terbaik dalam hidup, maka kita aakan berusaha memperolehnya, mempertahankannya, ataupun memilikinya. Namun, yang perlu dipikirkan kembali betulkah betulkan hal yang kita pikirkan sebagai yang terbaik adalah benar-benar yang terbaik bagi hidup ini?

Apakah sesuatu yang terbaik selalu akan menyenangkan kita?
Apakah sesuatu yang terbaik harus selalu sesuai dengan keinginan kita?
Apakah keinginan dan harapan kita sudah pasti adalah hal yang terbaik bagi hidup kita?

Tentu saja tidak, dan mungkin saja anda dapat membantu saya dengan memberikan komentar anda tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Hal yang perlu direnungkan, bagaimana sesungguhnya sesuatu yang kita anggap adalah yang terbaik bagi hidup kita TERNYATA tanpa kita sadari telah membuat kita telah kehilangan yaang TERBAIK yang sesungguhnya.

Hal yang mudah orang mendapatkan kekayaan bagi mereka terbaik tapi mereka kehilangan kehangatan, keharmonisan keluarga.

Orang berpikir bahwa seseorang yang disukainya adalah yang terbaik untuk hidupnya sebagai pasangan, namun ternyata tatkala mendapatkannya orang tersebut telah kehilangaan hubungannya dengan keluarga, sahabat, bahkaan dengan TUHANnya.

Atau hal sebaliknya, orang berpikir bahwa sesoraang yang disukainya adalah yang terbaik untuk menjadi pasangannya dan tatkala ia tidak mendapatkannya atau kehilangannya, maka ia berpikir ia telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik. Ia memiliki hidup dalam kekecewaan. Mungkin tanpa ia sadari ia telah kehilangan yang terbaik sesungguhnya, yaitu adalah kebahagiaan hidupnya, damai dalam hidup, Hubungan dengan Tuhan.

Apakah sesuatu yang kita anggap terbaik lebih baik dari hidup ini sendiri?
Apakah sesuatu yang kita pandang sebagai hal yang terbaik untuk hidup adaalah hal yang lebih baik dari hubungan dengan TUHAN ?

Renungkanlah hal apakah yang dirimu pandang sebagai yang terbaik dalam tahun ini?
betulkah hal itukah yang terbaik? atau jangan-jangan engkau sesungguhnya sedang kehilangan sesuatu yang lebih baik dari hal itu.(MRB)

Sabtu, 26 Februari 2011

Surat untuk Hati

Tak apa kau menangis...
karna itu hal yang normal...
tak apa kau bersedih,,,
karn hidup tak selalu indah...

kau luka...itu tak apa...
kau terkoyak...
semua itu tak apa...
dan wajar...

Namun yang terpenting...
dan kau harus sadari..
kau tetap berdetak.....

Kau tetap berdetak..
di tengah himpitan...
di tengah luka dan duka...
namun semua itu...
tak pernah membuatmu berhenti berdetak....


Karna kau begitu kuat,,,
begitu tangguh,,,,
begitu memberikan inspirasi untuk tubuh,,,,
dan kau pun berkata...
aku luka namun tak mati...

Semua yang kau alami...
membuatmu semakin kuat..
dan kau tetap bertahan..
untuk anggota tubuh yang lain tetap hidup...
walau itu sakit....
namun kau tangguh...

Rabu, 12 Januari 2011

Iman seperti menanam kentang

Ketika kita menanam kentang....
hal yang perlu kita ketahui adalah menabur benih...
lalu menimbunnya dengan tanah....kemudian dapat ditunggu hasilnya...
Petani mempercayai kentang kepada tanahnya...
apakah petani akan sebentar22 bahkan setiap hari menggali tanah untuk melihat benih tersebut....
Tentu tidak....
Petani hanya mempercayai kentang tersebut kepada tanahnya...
Bahkan petani tidak dapat melihat apakah kentang tumbuh sehat...karena kentang tumbuh dengan menjalar di bawah tanah...
Petani hanya menunggu waktunya untuk memanen......
begitu juga iman....
Iman seperti menanam kentang...
mempercayai secara penuh........
Hidup ini pada Tuhan.....

Minggu, 09 Januari 2011

bersyukur...

Aku bersyukur...


terima kasih untuk luka yang membuatku sadar bahwa aku manusia...
terima kasih untuk rasa sakit hingga aku tidak lupa bahwa ku butuh KAU...
terima kasih tuk penolakkan...hingga ku dapat merasakan setidaknya sedikit dari penderitaanMU...
terima kasih....tuk kejadian yang menipuku....hingga kusadar bahwa ku pribadi yang tak berdaya dan membutuhkan KAU..
terima kasih setiap rasa sepi...hingga ku dapat merindukanMU...
terima kasih setiap hal yang terasa menampar hati ini....membuatku terbangun dari awang-awang tidurku...

Terima kasih atas setiap kondisi yang buruk dan terasa ku berjalan sendiri dalam hidup ini......Karna membuatku sadar KAU ingin ku tersenyum walau menghadapi kondisi yang buruk...


Terima kasih tuk rasa sakit di hati yang kurasakan...itu membuatku gentar tak mengerti mengapa terjadi,,,,tp ku tahu KAU memegang jantungku....dan membuatnya tetap berdetak...

Terima kasih tuk mimpi-mimpi yang runtuh,,,,namun KAU tak jemunya menghiburku...

aku besyukur memilikiMU...
atau lebih tepatnya....aku besyukur KAU memilihku......

Tuhan pernahkah KAU membayangkan...bagaimana aku di hari esok?
seperti apakah diriku...
apakah hatiku tetap setia...
tolong jaga hatiku TUHAN...
KAULAH PENJAGA HATIKU...