Senin, 20 September 2010

I think...

dalam akhir-akhir ini terasa adanya suatu krisis kepercayan diri...
gw yakin setiap kita pasti pernah...
kemarin duduk termenung di pinggir taman rumah...

waktu duduk termenung..
gw hanya merasa ada suara yang berkata..."harus pervaya pada dirimu...pada apa yang ada pada dirimu..."
dan gw berpikir...apakah maksudnya..."yah gw harus percaya pada setiap potensi yang diberikanNYa...dan terlebih lagi gw harus percaya dengan apa yang ada di dalam hati...yaitu TUHAN"

lalu tepatlah di pagi itu gw membaca 2 kor 5 :17...bahwa qta adalah ciptaan baru...
yeah...kita adalah produk baru...
bukan produk lama...
dan produk baru yang berasal dr YESUS....

lalu tepat ketika hari ini juga gw mendapatkan dlm Php 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
Php 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


yah gw harus lupakan masa lalu...apa yang dibelakangku...dan terus berlari...

bahkan..."disaat kuterjatuh dan mustahil untuk berdiri...itulah saatnya ku bangkit..dan berlari..."...

"SEORANG PELARI DALAM PERLOMBAAN TIDAK PERNAH MENOLEH KE BELAKANG"

Minggu, 19 September 2010

kepedulianNYA

gw rasa ini salah satu membuktikan bahwa Tuhan peduli dengan hidup manusia...
DIA peduli dengan hidupmu...

Menunggu perkataanMU....

Menantikan penghiburanMU...
berharap...
namun...
apakah harapan itu..

saat harapan tak tampak...
mungkin yang harus kusadari...

diriku sudah terlalu banyak bicara,,,,
hingga tidak ada kesempatan...
untuk diriMU mengungkapkan perkataan yang menghiburku...
mungkin waktunya diriku DIAM....
DIAM....Tenang...MENANTIKANMU...

hingga kudengar kata-kataMU...
penghiburanMU...

"saat diri terjatuh tidak ada harapan untuk berdiri....itulah saatnya bangkit"

Kamis, 29 Juli 2010

Banyak hal..

Dalam hidup banyak yang tidak dapat dimengerti...
Karena hidup bukanlah untuk dimengerti..namun untuk dijalani..
seperti aliran sungai yang mengalir kita tidak mengerti dari manakah berasal dan akan berhenti dimanakah aliran sungai itu....
Saat kita melihat hidup ini semakin kacau, atau
kau merasa bahwa jalan hidupmu tidak sesuai dengan harapanmu...
dan terasa semakin berat..
satu hal..untuk itulah diri kita harus berdoa..
agar kita mengerti hati dan pikiranNYA tentang hidup kita...
bukan untuk mengerti dunia atau kejadian dalam hidup ini..
saat kulihat banyak yang tidak berjalan lancar dan mungkin bertambah buruk...
satu yang kusadari dan kutahu..
itulah waktunya berdoa...bukan waktunya menggerutu...
karena :
MENGGERUTU TIDAK AKAN MENGUBAH KEADAAN namun MEMPERBURUK keadaan.
Berdoa akan MENGUBAH HATI dan PIKIRANMU dalam MEMANDANG HIDUPMU!!!!!

Sabtu, 17 Juli 2010

Menyesalkah?

Menyesalkah?


Kala itu ku melihat tumpukkan buku-buku yang biasanya kuajarkan..Tumpukan buku pelajaran...dan terlintas dalam pikiranku..
itu semua masa laluku...
masa kesenangan kejayaan di saat ku mengajar mungkin sudah berlalu... saatnya ku melangkah dalam sesuatu yang baru...

Lalu terpikir olehku...layakkah sebuah keputusan pengorbanan ini??
Layakkah pengorbanan ini untuk setiap mimpiku?
untuk setiap visiku...
bahkan pengorbanan untuk orang-orang yang ku kasihi dan ku peduli dengan mereka, namun belum tentu mereka peduli dan mengasihiku??

Layakkah pengorbanan untuk orang-orang yang ku pedulikan namun mereka tidaklah peduli?


saya hanya akan selalu menjawab " Tidak pernah saya menyesali keputusan pengorbanan "
bahkan untuk orang-orang yang saya kasihi namun mereka tidak mengasihi saya...
Keputusan pengorbanan untuk orang-orang yang saya pedulikan namun mereka tidak peduli dengan saya atau dengan jerih lelah saya bahkan mungkin tidak peduli dengan dirinya...

karena...bagi saya YESUS tidak pernah menyesali pengorbananNYA...bahkan di saat manusia tidak menghargai, tidak peduli dengan PengorbananNYA, tidak peduli dengan kasihNYA....

bahkan saya sangat yakin TUHAN TAHU ketika akan disalibkan bahwa begitu banyak manusia yang tetap tidak PEDULI dengan kasihNYA dan pengorbananNYA!!!!
namun DIA tetap memilih untuk disalibkan!!!!WALAU DIA sudah MENGETAHUI bahwa manusia tetap ada yang cuek dengan KASIHNYA....tetap ada manusia yang tidak peduli dengan DIRINYA...

karena PENGORBANANNYA tulus untukmu!!! apapun yang kau perbuat DIA tetap tulus berkorban untukmu!!!!

Mewaspadai game online.

Game online makin lama makin menjamur, entah dimainkan di rumah atau di warung internet (warnet). Banyak pihak mulai mempertanyakan mengenai dampak dari game online. Fenomena yang terjadi memperlihatkan adanya kecanduan terhadap game online. Beberapa ahli menyamakan kecanduan game online dengan kecanduan perjudian. Pendapat lain menyatakan bahwa bermain game online tidak jauh berbeda dengan menonton telivisi sehingga tidak dapat dikatakan kecanduan. Pada tahun 2007, American Psychological Association (APA) mulai membahas untuk memasukannya ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang terbaru dan direncanakan terbit pada tahun 2012. Negara China juga memperhatikan mengenai kecanduan game online dengan melakukan kampanye untuk membatasi hari bermain game online. Kampanye tersebut dilakukan dengan sebuah program yang mengharuskan pemain game online memasukan data diri atau nomor identitas (KTP).
Fenomena kecanduan yang terjadi seperti remaja yang rela membawa peralatan sekolahnya hanya untuk bermain game online di warung internet dari malam hingga pagi hari, remaja yang lupa mandi, makan karena bermain game online, dan banyak uang yang digunakan untuk bermain yang sesungguhnya adalah uang untuk keperluan lainnya. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa game online dapat digunakan untuk mencari uang seperti menjual karakter pemain, senjata, ”cheat” dan menjadi ”joki” bagi pemain lain. Salah satu remaja sebut saja Bayu menceritakan bahwa omsetnya dalam sebulan dapat mencapai 10 juta dalam sebulan. Bayu menceritakan untuk dapat menjual karakter, senjata, ataupun menjadi joki diperlukan keahlian yang diperolehnya dengan bermain selama bertahun-tahun bahkan tidak jarang bermain hingga bergadang. Selain itu ada remaja yang dapat meneruskannya hingga kuliah dan menjadi pembuat game online baru dengan penghasilan yang tidak sedikit namun banyak remaja yang akhirnya terjebak dalam kecanduan sehingga berbagai aspek kehidupannya terganggu.
Sebuah organisasi yang memfokuskan kecanduan game online, video-game-addiction (2008) mengungkapkan bahwa 10% dari pemain game online mengalami kecanduan. Organisasi tersebut mengungkapkan gejala-gejala remaja yang mengalaminya. Gejala tersebut adalah preoccupation yang berarti seseorang mengalami ketagihan, terlalu tenggelam/menikmati permainan tersebut hingga menjadi pemarah, tidak teratur dalam hal-hal keseharian serta dapat membicarakan permainan tersebut sepanjang harinya. Downplaying computer use, gejala yang menampilkan seseorang menghabiskan waktu berjam-jam untuk di depan komputer untuk bermain game on line, bahkan sering kali berbohong untuk dapat bermain. Lack of control, yaitu seseorang tidak dapat mengendalikan lamanya bermain, walaupun pada awalnya hanya ingin bermain selama 15-20 menit namun akan ada perpanjangan waktu hingga beberapa jam berlalu. Loss of time adalah seseorang kehilangan waktu produktifnya yang digunakan untuk bermain. Waktu produkrif adalah waktu seseorang yang seharusnya dapat berkarya, bekerja secara maksimal. Negative impact on other areas of life adalah seseorang yang aspek kehidupannya terganggu karena game online, seperti nilai pelajaran yang turun, kebersihan pribadi yang terganggu dengan memilih bermain daripada mandi.
Hiding from negative or uncomfortable feelings or situations adalah gejala yang menampilkan seseorang bermain sebagai pelarian dari perasaan, situasi yang dihadapinya. Defensiveness adalah gejala seseorang yang mempertahankan perilaku bermainnya walaupun telah mendapatkan teguran. Pertahanan yang dilakukan dapat berupa pembelaan, argumentasi. Misuse of money, yaitu seseorang menggunakan uang untuk keperluan permainan seperti meningkatkan kapasitas komputer ataupun untuk pergi ke warung internet sehingga menghabiskan uang yang seharusnya untuk kebutuhan lainnya. Mixed feelings adalah gejala yang menampilkan perasaan bahagia seseorang karena bermain seperti kemenangan ataupun naik level, namun ada juga perasaan bersalah, kecewa karena biaya yang keluar dan waktu yang terbuang. Perasaan ini juga dapat membuat seseorang menyatu dengan karakter pemain yang ada sehingga membuat pemain menjadi merasa kesal keika kalah yang dapat dicurahkan kepada orang lain dalam kehidupan nyatanya.
Gejala di atas dapat memberikan peringatan terhadap apa yang sedang terjadi dengan anak, saudara ataupun remaja di sekitar kita. Hal yang perlu diketahui apakah yang membuat remaja kecanduan akan game online, organisasi game online addiction (2008) mengungkapkan beberapa alasan seperti remaja dapat menampilkan pribadi yang berbeda daripada kenyataannya. Remaja yang pasif dapat menampilkan pribadi yang aktif dalam karakter yang dimainkannya pada game online, remaja yang pemalu dapat lebih leluasa mengungkapkan apa saja dalam game online dengan resiko yang lebih kecil dibandingkan dalam dunia nyata. Resiko pada dunia nyata dapat berupa penolakkan langsung, sedangkan pada dunia maya identitas asli dapat disamarkan sehingga penolakkan tidak berakibat langsung. Remaja yang merasa tidak berkuasa, tidak banyak teman, tidak populer, tidak superior dapat menjadi penguasa, populer, banyak teman dengan memainkan tokoh permainan yang hebat dan berkuasa sehingga tidak sedikit yang berusaha untuk membeli karakter, senjata dalam permainan untuk menjadi yang ”terhebat”.
Kecanduan juga terjadi karena adanya skor tertinggi ataupun kenaikan level dalam permainan sehingga remaja ketagihan untuk mencoba lagi, selain itu adanya hubungan antara pemain membuat remaja pasif / terhambat dalam bergaul mampu menjadi orang lain sehingga banyak teman. Adanya peperangan dan imajinasi tiga dimensi yang kreatif menjadi salah satu penyebab kecanduan. Penyebab lainnya adalah kurangnya self control sehingga remaja kurang dapat mengendalikan, mengontrol waktu bermain dengan kegiatan lainnya. Remaja menggunakan game online untuk melarikan diri dari masalah ataupun kondisi yang sedang dialaminya seperti keributan dalam keluarga, masalah sekolah seperti masalah akademik dan masalah dengan teman ataupun guru.
Kita tidak dapat menunggu pemerintah Indonesia apakah akan bertindak seperti pemerintah China, dan kita tidak dapat mengendalikan perkembangan teknologi yang berkaitan erat dengan game online namun kita dapat mewaspadainya. Game online dapat dilihat sebagai tanda apa yang sesungguhnya dibutuhkan remaja. Remaja yang kecanduan dapat terlihat sebagai remaja yang menyukai tantangan, remaja yang mengalami hambatan dalam sosialisasi, remaja yang baik dalam visual ataupun imajinasi, remaja yang kurang dalam kontrol diri, ataupun remaja yang lari dari masalah. Setelah itu tergantung bagaimana kita menanggapi dan mengatasinya.\
Dalam hal ini kita perlu memandang game online sebagai tanggung jawab bersama dengan mewaspadainya dan faktor keluarga memiliki peran penting. Keluarga dapat membentuk remaja yang kuat dalam kontrol diri, percaya diri dalam sosialisasi, berani menghadapi masalah sehingga dapat menghindari remaja dari kecanduan. Semuanya ditentukan bagaimana keluarga mewaspadainya.

HINDARKAN BULLYING DARI LINGKUNGAN ANAK ANDA

Bullying mungkin sudah sering terdengar, namun hal ini perlu dipahami agar setiap kita semakin menyadari dampak dari bullying. Bullying merupakan tindakan individu yang menyakiti, merugikan individu lainnya. Pada umumnya individu yang menjadi pelaku adalah individu yang lebih kuat, dan berkuasa dibandingkan individu yang menjadi korban, selain itu pelaku bullying dapat berupa kelompok (Carlisle & Rofes, 2007). Morita (dikutip oleh Carlisle & Rofes, 2007) menguraikan perilaku bullying adalah perilaku agresif yang diarahkan kepada korban secara berulang kali sehingga korban tidak mampu mempertahankan keberadaannya secara efektif.
Perilaku tersebut memiliki kesatuan tema yaitu agresi, dimana yang termasuk kategori utamanya adalah agresi lisan (ancaman, mengejek, menggoda, intimidasi, menghina, dan menertawakan), agresi fisik (pemukulan, mendorong, tendangan, jepitan, pengekangan fisik, dan penganiayaan seksual), dan agresi relasi ( penyebaran desas-desus atau gosip, pengeluaran sosial, dan pengasingan dari pergaulan).
Bullying UK (2008) menuliskan perbuatan yang dapat digolongkan sebagai bullying, yaitu nama atau panggilan julukan, gangguan-gangguan, pemukulan, menjepit, mendorong, perampasan barang, pencurian, perusakan barang, pengiriman pesan yang menghina melalui media elektronik, penyebaran fitnah, perkataan kutukan, telepon teror, dan menakut-nakuti. Carlisle dan Rofes (2007) menyatakan bahwa dampak dari perilaku bullying pada korban memiliki jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yang dapat dialami oleh korban adalah rendahnya konsep diri, gejala-gejala kejiwaan, kekuatan fisik yang melemah, dan bunuh diri baik hanya keinginan maupun melakukannya. Berdasarkan riset dampak yang terjadi dapat dirasakan hingga tahap perkembangan dewasa, seperti dampak yang dialami oleh anak yang disakiti orang tua ataupun memiliki orang tua yang bercerai. Olweus ( dikutip oleh Carlisle & Rofes, 2007) menyatakan bahwa korban bullying ketika berada di tahap perkembangan dewasa akan berada dalam tekanan yang lebih tinggi ataupun memiliki harga diri yang rendah. Selain itu juga Carlisle dan Rofes (2007) dalam tulisannya memaparkan penelitian-penelitian yang menunjukkan dampak jangka panjang pada korban bullying.
Dampak tersebut berupa anak laki yang menjadi kewanitaan, rendah diri, frustasi, tidak pernah menikah, agresif, paranoia, menarik diri dari sosial, menjadi waria, keadaan tertekan, dan mengalami gangguan dalam bicara yaitu gagap. Selain itu didapati juga bahwa korban mengalami ketidaktertarikan dalam bergaul, emosional, dan neurotik. Selain itu dampak jangka panjang yang terjadi bagi para pelaku bullying adalah mengalami kesulitan memelihara hubungan, menjadi pelaku bullying di kampus ataupun di kantor, menikmati rasa ketika melakukan bully, memiliki harga diri dibawah rata-rata, dan mengalami kesulitan mempercayai orang lain maupun adanya ketakutan akan suasana baru.
Pelaku ataupun korban bullying pada tempat kerja ataupun universitas diketahui mempunyai riwayat bullying juga pada masa sekolah. Individu yang mempunyai riwayat bullying pada masa sekolah cenderung dapat menjadi korban ataupun pelaku di masa akan datang. Oleh karena itu, permasalahan bullying pada masa sekolah perlu mendapat perhatian. Permasalahan dalam mewaspadai tindakan bullying adalah banyak orang tua yang merasa bangga ketika anaknya ditakuti ataupun populer karena sering melakukan bullying pada teman bahkan saudaranya yang mungkin saja disebabkan orang tua tidak mengerti mengenai bullying. Selain itu ada juga orang tua yang kurang peka bahwa anaknya sedang mengalami tindakan bullying atau menganggap bullying yang dialami anaknya merupakan sesuatu yang wajar.
Keadaan lainnya dalam permasalahan bullying adalah guru, orang tua atau figur anak-anak memberikan contoh dalam menampilkan tindakan bullying sehingga anak-anak menganggap hal tersebut wajar untuk dilakukan. Apabila guru sudah mulai menjuluki sorang siswa ataupun menghina, meremehkan, mengintimidasi maka teman-teman siswa tersebut berpotensi mengikuti tindakan guru tersebut. Apabila orang tua memberi contoh dengan memberikan julukan, meremehkan seorang guru atau orang lain maka akan berpotensi juga untuk diikuti anak. Pada kenyataanya saya melihat anak-anak sekolah dapat menjadi pelaku bullying bagi guru sehingga menyebabkan guru stres, menangis. Anak-anak tersebut melakukannya dapat saja karena mencontoh dari orang lain, ada kuasa (merasa mempunyai orang tua yang berkuasa), konformitas (ikut-ikutan temanya). Hal yang perlu diyakini adalah anak-anak telah melihat tindakan bullying sebagai tindakan yang wajar untuk dilakukan dan untuk menjadi pelaku bullying hanya menunggu momentum anak tersebut merasa menjadi pihak yang lebih kuat, berkuasa dari yang lainya.
Hal yang dapat kita lakukan adalah menjadi orang tua yang peka apakah anaknya menjadi pelaku ataupun korban bullying dengan cara mengetahui apa sajakah yang dapat digolongkan sebagai tindakan bullying. Selain itu, figur otoritas baik orang tua ataupun guru marilah kita memberikan contoh dengan menghentikan tindakan bullying serta peka akan tindakan bullying di sekitar kita. Figur otoritas dapat juga mulai memberikan pemahaman pada anak-anak mengenai bullying dengan dampaknya serta memberikan rasa aman kepada anak agar anak tersebut ketika mengalami tindakan bullying berani dan mengetahui untuk datang bercerita pada figur otoritas yang ada. Bullying yang dialami anak dalam lingkungannya dapat terjadi diluar kendali kita karena kita tidak mampu mengawasi secara terus-menerus setiap saat.
Oleh karena itu, cara terbaik yang dapat dilakukan adalah membangun mental anak agar dapat menghadapi bullying apabila suatu waktu mengalaminya serta membangun sikap anak agar tidak menjadi pelaku bullying. Keluarga yang memegang peran utama dengan menciptakan kewaspadaan akan bullying, dalam membangun mental anak. Keluarga harus menyadari dampak-dampak yang terjadi dari bullying, dan keluarga harus menjadi tempat yang nyaman sehingga anak mengetahui dapat menceritakan apa yang dialaminya termasuk apabila bullying kepada keluarga. Keluarga sebagai pertahanan anak dari perilaku bullying merupakan hal yang harus kita lakukan.

PENYALAHGUNAAN NARKOBA yang TIDAK HABIS-HABISNYA

Masalah penyalahgunaan narkoba telah ada dari dahulu kala bahkan terus berkembang. Dahulu kala hanya kalangan usia tertentu yang menyalahgunakan narkoba, namun sekarang dapat terlihat anak-anak juga menyalahgunakannya. Tidak terbayangkan bagaimanakah perkembangan penyalahgunaan narkoba ini di masa 5-10 tahun mendatang.
Berbagai usaha untuk menurunkan penyalahgunaan narkoba dari pemerintah telah dilakukan namun sebaiknya setiap keluarga berperan aktif. Tidak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi pada seorang remaja namun tidak diketahui keluarganya. Sungguh menyedihkan ketika orangtua mengetahui anaknya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba saat tertangkap pihak berwajib. Fakta-fakta yang perlu disadari adalah:

1.Anak yang menyalahgunakan narkoba pada umumnya tidak memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan keluarganya. Umumnya penyalahguna narkoba berasal dari keluarga yang tidak utuh (berpisah, cerai), suasana rumah yang diwarnai pertengkaran orangtua terus menerus, hubungan keluarga yang terputus.

2.Pola asuh keluarga bersikap terlalu melindungi atau menyayangi anak terlalu berlebihan, sehingga menyebabkan anak menjadi tergantung pada orangtua, kurang percaya diri, dan kurang rasa harga diri. Sebaliknya, ada juga orangtua yang mempunyai harapan yang sulit diwujudkan oleh anaknya (seringkali terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuannya) atau orangtua yang terpusat pada kesuksesan dan prestasi anak, sehingga menimbulkan frustrasi pada anak. Untuk meredakan frustrasi tersebut, anak mengambil jalan pintas yaitu mendapatkan kepuasan dan ketenangan batin dengan menggunakan obat (Joewana dkk., 2001).

3.Remaja menyalahgunakan narkoba karena ada unsur konformitas ataupun paksaan dari lingkungannya. Keluarga memiliki tugas yang besar untuk mewaspadai lingkungan yang ada serta keluarga harus membangun pribadi remaja yang tangguh terhadap paksaan ataupun tawaran negatif. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua serta adanya penerimaan untuk membuat anak berani menceritakan apa yang sedang dialaminya, sehingga anak dapat menceritakan kepada orangtuanya ketika dipaksa oleh lingkungannya untuk memakai narkoba.

4.Keluarga mempunyai pengaruh yang besar saat seseorang berhenti tidak menyalahgunakan narkoba kembali. Penerimaan, kesabaran, dan ketenangan diperlukan oleh anggota keluarga lainnya. Keluarga jangan saling menyalahkan ketika terjadi kasus narkoba pada salah seorang anggota keluarga karena akan menambahkan masalah yang tidak bermanfaat.

Setiap keluarga haruslah berjaga-jaga dan sadar bahwa ini adalah tanggung jawab yang perlu ditanggung. Jadikanlah keluarga sebagai kota perlindungan bagi anak-anak terhadap bahaya narkoba. Pendidikan mengenai narkoba haruslah dilakukan juga dalam keluarga sejak dini karena penyalahguna narkoba setiap masa makin berusia dini. Selain itu keluarga harus menjadi tempat yang nyaman untuk anak berkeluh kesah agar anak dapat terbuka dan nyaman untuk mengadu ataupun menanyakan informasi sesuatu yang hendak diketahuinya. Mari tingkatkan peran keluarga dan jangan menunggu penyesalan hingga barulah menyadarinya.

LES..PELAJARAN PERLUKAH??

Les pelajaran sesuatu yang seringkali kita temui yang mungkin berbeda dibandingkan jaman pendidikan jaman dahulu yang jarang ada les pelajaran. Dalam hal ini, penulis sebagai pribadi yang sudah lama terjun dalam dunia ini tertarik untuk menuliskan pengalamannya. Les pelajaran yang akan saya singgung bukan hanya les privat namun juga termasuk les secara klasikal ataupun yang menggunakan metode-metode tertentu. Les pelajaran merupakan sebagai hal yang dicari-cari oleh orang tua untuk membantu anaknya dalam akademik.
Les pelajaran sangat bermanfaat untuk membantu siswa menemukan trik-trik belajar, dan dapat memberikan waktu belajar lebih lagi saat dipandang waktu belajar di sekolah kurang ataupun saat orang tua kurang mampu mengenai suatu bidang pelajaran (seperti : pelajaran bahasa, hitungan). Pada dasarnya les pelajaran merupakan stimulus eksternal (di luar diri siswa) untuk merangsang, memotivasi, membimbing siswa dalam proses belajar akademik, namun tidak dapat dipungkiri ada beberapa pandangan yang keliru pada orang tua tentang les pelajaran, antara lain :

1.Les pelajaran bukanlah “dukun”, ataupun “sulap” yang mampu mengubah siswa dalam SEKEJAP menjadi hebat dalam akademik. Banyak orang tua berpikir ketika anaknya mengikuti les, maka akan terjadi perubahan INSTAN terutama dalam nilai akademik. Orang tua melupakan bahwa les hanyalah stimulus dari luar dan mungkin hanya dilakukan hanya selama beberapa jam dalam seminggu.

2.Les pelajaran bukanlah berarti melepas tanggungjawab sebagai orang tua untuk mengontrol, membimbing, mengawasi, dan membantu anaknya dalam proses belajar akademik. Banyak orang tua yang menjadi salah kaprah dengan melimpahkan tanggungjawab sepenuhnya proses belajar akademik informal kepada les pelajaran. Ketika hal ini terjadi, umumnya orang tua akan meng”kambing hitam”kan les pelajaran. Perlu dipahami bahwa perlu ada KERJASAMA antara les pelajaran dengan orang tua, dimana pola asuh orang tua, dan tindakan orang tua dalam membantu anaknya belajar berperan serta dalam keberhasilan akademik. Tidak sedikit orang tua lebih mudah untuk terpikir mencari les pelajaran yang dapat menghasilkan dampak pada nilai secara INSTAN dan melupakan ANDILnya sebagai orang tua.

3.Les pelajaran bukan sesuatu KEHARUSAN. Seringkali orang tua mengikuti anaknya dalam les pelajaran sebagai bentuk “gengsi”, maksudnya adalah karena tidak mau kalah dengan orang tua lainnya maka berbondong-bondong mendaftar pada tempat kursus yang terkenal padahal mungkin saja menyiksa anaknya. Dapat juga karena orang tua berpikir prestasi anaknya akan membuat “harga diri” meningkat maka orang tua menekan sedemikian rupa anaknya untuk mengikuti berbagai kursus. Hal yang seringkali saya temui adalah banyak siswa yang sesungguhnya mereka mampu BELAJAR SENDIRI tanpa les namun mereka hanya membutuhkan TEMAN BELAJAR. Banyak siswa hanya membutuhkan kedisiplinan waktu belajar, dan tidak sedikit mereka hanya membutuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Sebuah pertanyaan untuk kita, bukankah TEMAN bealajar, KEDISIPLINAN waktu, rasa PERCAYA DIRI dapat diberikan oleh fungsi sebuah keluarga?.

Selain itu ada beberapa yang perlu dipahami oleh remaja mengenai les atau kursus :

1.Waktu les bukanlah sebagai pengganti waktu belajarmu, sehingga janganlah berpikir “karena saya sudah les, maka saya tidak perlu belajar lagi”.

2.Waktu les bukanlah untuk mengerjakan PR kecuali memang ada kesulitan dan jangalah pernah berpikir untuk meminta gurumu untuk mengerjakan PRmu.

3.Janganlah dirimu ketergantungan dengan les. Begitu sering saya menemukan banyak siswa yang les dari SD hingga masuk ke perguruan tinggi tetap mengikuti les. Cobalah belajar mandiri dan percaya bahwa dengan berlatih kamu akan semakin mampu. Tahukah begitu banyak yang dijelaskan gurumu ada dalam buku cetakmu? Oleh karena itu, dengan secara mandiri jika kamu rajin membaca buku maka kamu akan meningkatkan kemampuanmu.

Begitu banyak les ataupun kursus yang menawarkan hasil secara INSTAN namun yang perlu kita sadari BELAJAR merupakan sebuah PROSES dan membutuhkan peran serta orang tua dan individu itu sendiri. Proses belajar haruslah meningkatkan KEMANDIRIAN bukan ketegantungan dengan unsur eksternal.
Kemandirian adalah melatih siswa untuk menjalankan proses belajar walau tidak ada unsur eksternal yang mendukung. Les sangat bermanfaat ketika diperlukan dengan pelaksanaan yang baik dan tepat, namun akan berbahaya kala berlebihan dan pelaksanaan yang tidak tepat.

Rabu, 14 Juli 2010

Ku berdiam

berdiam..
tidak kudapati satu orangpun..
ku termenung tidak ada satu pun..
yang berada di sini..

namun bukan berarti ku sendiri...
sepi bukan berarti tidak ada diriMU..
aku rasakan KAU bagaikan udara...

tidak terlihat namun nyata..
seperti mata elang yang selalu mengawasi anaknya...
seperti mata burung hantu yang mengawasi musuhku...
KAU selalu mengawasiku...
menjaga langkahku...

indahnya hidupku..
karena diriMU...
bukan indahnya karena pikiranku...
bukan karena ukuran manusia...
namun indah karna aku MEMILIKIMU...
bukan akan hal lainnya...


MEMILIKIMU...
lebih dari cukup yanh kuperlukan...

harta hanyalah membuatku haus akan harta lagi..
asmara hanyalah membuatku begetar di hati..
namun KAU membuat hatiku lebih daripada begetar...
hatiku KAU buat bersinar...
membuat hatiku hidup ....

KAULAH sinar itu...

tetaplah..selamanya...

Penjaga hatiku

Pernah Anda merasa bodoh??
saya pernah..
rasanya sungguh memalukan..
menjengkelkan...
tapi itulah hidup..

bahwa hal yang bodoh terjadi supaya saya menjadi lebih pintar...
hati ini mungkin menyalahkan diri..
namun..
apakah sebuah penyesalan..
apakah sebuah penghakiman akan diri?
sebuah penginngkaran akan penerimaan Tuhan atas diriku..

aku adalah aku..
yang dapat bodoh,,,
namun...
aku tetap adalah aku..
yang dicintaiNYA...
dan diterimaNYA...
tak masalah seberapa banyak ku menerima penolakan...
tak masalah berapa dalam hati ini tergoreskan...

karena yang selalu ku tahu..
KAU adalah yang membuatku tersenyum kembali...
membuatku tertawa kembali...
membuat hatiku utuh...
karena KAULAH PENJAGA HATIKU...


PENJAGA HATIKU...
tak akan membiarkan hatiku runtuh karena dusta...
Penjaga hatiku..
KAUlah Tuhan..
kupercayakan hatiku...

thx my Lord...


Tulisan ini : karena banyak hal yang ku tak ketahui tentang hati manusia..bahkan hatiku...namun akhirnya kusadari DIA SANG penjaga hatiku...pasti ku aman..ku utuh...
Hari itu aku terbangun...
melihat sebuah matahari..
hari yang baru..
harapan yang baru...

namun pernahkah..?
engkau terpikir...
bahwa tidak semuanya berjalan sesuai rencanamu...
harapan yang baru...
telah berubah ..
menjadi sebuah kekecewaan...

hingga optimismu mulai luntur...
keraguan yang datang menggantikannya..
hingga esok hari kau terbangun kembali..
dan kau mendapati..
dirimu...
takut untuk bermimpi..
takut tuk berharap...

namun pernahkah kau terpikir...
tidak semua yang kau harapkan harus terjadi...?
tidak semua yang kau rencanakan harus terjadi....
tidak semua mimpimu harus menjadi kenyataan....?

krn apabila seluruh mimpimu menjadi kernyataann...
tentu seluruh wanita menjadi cinderela...
semua pria menjadi pangeran yang kaya raya..
dan dunia menjadi betapa membosankannya...


maukah kau terpikir...
tidak semua yang kau harapkan harus terjadi...?
tidak semua yang kau rencanakan harus terjadi....
tidak semua mimpimu harus menjadi kenyataan...


karena semua yang harus terjadi adalah...
RENCANANYA...
HARAPANNYA....
MIMPINYA atas dirimu....

dan itu pasti terjadi...
harapanNYA atas hidupmu...
ijinkanlah proses dimana mimpiNYA menggantikan mimpimu...
rencanaNYA menggantikan rencanamu...
jalanNYA menggantikan jalanmu..
walau itu sakit...
karena itulah PROSES...

tulisan ini saya buat setelah menyadari bahwa hidup tidak selalu INDAH dalam bayanganku...tapi selalu INDAH dalam bayanganNYA......

Senin, 05 Juli 2010

Bertahanlah demi Aku!!!

Pernahkah kita merasa letih...
terpikir untuk mengakhiri hidup...
Begitu banyak alasan yang membuat seseorang BERHENTI SETIA..
Begitu banyak alasan yang membuat seseorang BERHENTI untuk MENGASIHI...
Begitu banyak alasan yang membuat seseorang BERHENTI BERJUANG dalam hidup ini!!!

Ada yang memberikan alasan " Mengapa aku harus bertahan!!! Tidak ada alasan yang dapat membuatku TETAP BERTAHAN!! "
Atau mungkin dirimu pernah mengatakan hal ini, " Untuk apa aku berusaha mengasihi ayahku...sedangkan dia tidak pernah mengasihiku.."

Mungkin kita pernah mendengar ini, " Menghargaimu?? ngapain..sedangkan diriku tidak pernah kau hargai..cukup selama ini aku mengampunimu..!! "

Ketika dalam pelayanan mungkin pernah terlintas seperti ini, "Ahh pemimpinku..teman pelayanan yang lain aja tidak peduli dengan hidupku...buat apa aku mikirin yang lain...diriku aja tidak ada yang peduli...males dhe pelayanan..."

Seorang pegawai dapat saja berkata, " Setiap pekerjaanku tidak dihargai..sudah gaji kecil, bos rese sudah buat apa aku serius bekerja di sini...!! "

Namun maukah kita bersama menyadari.....
Setiap kali kita mau menyerah....
1. Kita berpikir "untuk apa?"
2. Kita berpikir "untung dan rugi atau apakah keuntungan yang kuperoleh "
3. kita berbuat SESUATU (BERTAHAN) karena MENDAPATKAN SESUATU DARI pihak luar...
kala kita bertahan mungkin karena ada gaji yang dinaiikan apabila dalam pekerjaan, ada seseorang yang mengasihi atau care dengan kita, ada yang memberikan pujian.... Jadi kesimpulannya kita bertahan karena keadaan lingkungan terhadap diri kita,,,apa yang dapat DIBERIKAN LINGKuNGAN atas PERBUATAN atau PERJUANGANku...

Saat lingkungan TIDAK memberikan sesuatu atas perbuatan atau perjuanganmu, maka mulai timbul pertanyaan "untuk apa kuberjuang"

Sebaliknya..."Seorang ibu tetap bertahan dalam penderitaan karena ingin melihat anaknya hidup lebih baik"
" Seseorang yang sekarat di rumah sakit dapat "menunda kematiannya" karena menunggu dikunjungi oleh orang yang dikasihinya"...

" Seorang pejuang negara bertahan dalam perjuangannya karena kasih kepada bangsa"

bahkan dalam cerita klasik..seorang pangeran rela menderita karena cintanya kepada sang pujaan hatinya...

Mengapa para martir misionaris bertahan dalam penderitaannya...karena mereka melakukannya sebagai kasihnya kepada DIA...bukan karena mengharapkan lingkungan(gereja) akan memberikan sesuatu atas perbuatan atau perjuangannya....

bahkan saya pikir Tuhan Yesus tetap bertahan dalam penderitaan salibNYA...bukan hanya karena kasih BAPA...namun juga karena YESUS SETIA dalam PENDERITAANNYA sebagai BENTUK KASIHNYA kepada BAPA yang di surga...

apakah dapat kita lihat...

Manusia dapat TETAP BERTAHAN..BERJUANG dalam hidupnya ketika perjuangan itu dilakukan karena bentuk kasih...
sedangkan ketika manusia mencoba bertahan namun melakukannya dengan tujuan untuk memperoleh sesuatu dari lingkungannya maka akan LUNTUR Perjuangannya dengan seiring waktu...

Hari ini ketika dirimu sedang berjuang dalam penderitaan hidup...sediakan waktu yang hening..
agar dirimu dapat mendengar suara yang lembut....

Suara itu. " Bertahanlah....berjuanglah demi AKU..."

Kasih Tuhan kepada diri manusia adalah MUTLAK...
Tidak perlu diragukan lagi...
Tidak Perlu dipikirkan apakah DIA mengasihiku...
karena hal yang mutlak adalah DIA mengasihimu..

Namun apakah kita mengasihi DIA??
Betahanlah..berjuanglah karena kasihmu kepadaNYA....
Bertahanlah...berjuanglah...DEMI DIA...

Senin, 28 Juni 2010

Tetap menantikan...

apakah arti menantikan....
apakah penantian itu?
...
Aku akan tetap menunggu...
namun tidak BERDIAM...

namun apabila waktuku telah tiba...
biarlah aku hilang dalam penantian...

Menantikan tanpa berhenti hingga akhir ceritaku...

Anak Tuhankah aku?

Teringat aku akan pertanyaan ini...
apakah aku masih anakMU Tuhan...
Sebuah pertanyaan yang lahir dari ketulusan hati...
dari sebuah yang namanya kejujuran...
tanpa sebuah kepalsuan...

Mungkin akan banyak pendapat bahwa diriku terlalu lemah..
terlalu cengeng....
tp inilah diriku...
kala aku tertawa mungkin saja ku menangis...
kala ku mengirimkan ayat mungkin saja ku sedang menangis...

namun siapakah yang tahu...
dapat saja sesungguhnya aku sekarat..
mungkin semuanya berkata kepadaku....tetap kuat yah...
mungkinkah??...

Inilah yang kutahu,,,,
kala kumenagis ku bertanya apakah DIA peduli...
namun kusadari....
kala kubertanya apakah aku anakNYA???
Sesungguhnya aku sedang meragukan apakah DIA BAPAku???
sehingga aku merasakan bukan anakNYA krn keraguanku...

aku tetaplah aku....tetap anakNYA!!!!

Sabtu, 08 Mei 2010

ku....

ku ingin membuat sayap....
terbang ke tempatMu....
ku ingin ada di sana...
melihat senyumanMu...

Ku ingin berlari..
melepaskan rasa rinduku...
ku ingin ada di sana...
rasakan hangatnya kasihMU..

Walau itu hari terakhirku....
ku ingin menutupnya...
dengan berada di sana...
melihat senyumanMU...

hangatnya kasihMU...
ku ingin KAU tahu...
ku ingn kau...
selalu ada ....
selalu menemaniku...

ku mau KAU tahu.....
bahwa ku ingin KAU tersenyum.....
dan menghentikan tetesan air mataMU...
membuatMU tersenyum kembali....

ku ingin KAU tahu...
bhw ku ingin di tempatMU....
ingin melepaskan rinduku....
bercanda gurau dengaMU..

ku ingin...

Di sana

Di sanalah ku merasa bebas..
ku dapat menjadi diriku...
melepaskan penatku...
setiap dahaga akan ketenangan...

semerbak kedamaian menyelimutiku..
di sanalah...
ku dapat bertemu dengan diriku...
takkan ku ragu..

Terasa setiap bayanganku tenggelam..
tak dapat membuntuti...
meracuniku...
dan membutakan mataku...

di sanalah....

Senin, 15 Februari 2010

bayangan masa lalu..

Bayangan masa lalu...



Hantu itu mengintaiku...
merusak hariku...
membuatku buram akan hari esokku..
sebuah kata untuknya "Enough"

Sampai kapankah kau menghantuiku..
membutakanku...
membuatku terasa gila...
hanya satu kata untukmu "enough"

Langkahku terasa berat karnamu..
namun kutersentak...
karna bayangan masa lalu mengutarakan kenyataan..
bahwa akulah yang menginginkan masa lalu untuk menghantuiku...

Aku menangis...
tak terasa air mataku meluap...
karna kebodohanku..
karna tidak kusadari akan kenyataan itu...

Dan sampailah...
aku memberanikan diri untuk...
melupakan masa laluku...
melepaskan bayangan kelamku..
dan melangkah dengan ringan...

karna hidup adalah perjuangan..
perjuangan meninggalkan masa lalu..
dan tetap melangkah tanpa menoleh ke belakang....
hidup tanpa bayangan...

Sebuah kebenaran

Sebuah kebenaran..

Dapatkah kebenaran sirna..
walau adanya badai..
adanya kepalsuan...
mampukah menghilangkan kebenaran..


Dapatkah sebuah kebenaran ditutupi,,,
walau dengan hati yang keras..
walau dengan kemunafikkan..
namun kebenaran tetaplah kebenaran,,,

Mungkinkah Kebenaran tengelam..
dalam kemiskinan..
dalam keasingan...
serta ketidaktahuan...
Kebenaran tetaplah kebenaran...

ataukah kebenaran memilah...
hanya untuk orang kaya..
atau untuk orang pintar...
mungkinkah ada untuk kaum teraniaya..

Kebenaran ada untuk mereka yang terbuka...
yang mengatakan dalam hatinya ...
pintu ini terbuka untuk kebenaran...
yang membuka pikirannya untuk mengerti...
karna tidak semua orang akan memahami..
walau kebenaran itu mendatanginya...

namun walau tidak dimengerti tetaplah
kebenaran adalah sebuah kebenaran...