Tatkala kita mempercayai sesuatu adalah yang terbaik dalam hidup, maka kita aakan berusaha memperolehnya, mempertahankannya, ataupun memilikinya. Namun, yang perlu dipikirkan kembali betulkah betulkan hal yang kita pikirkan sebagai yang terbaik adalah benar-benar yang terbaik bagi hidup ini?
Apakah sesuatu yang terbaik selalu akan menyenangkan kita?
Apakah sesuatu yang terbaik harus selalu sesuai dengan keinginan kita?
Apakah keinginan dan harapan kita sudah pasti adalah hal yang terbaik bagi hidup kita?
Tentu saja tidak, dan mungkin saja anda dapat membantu saya dengan memberikan komentar anda tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Hal yang perlu direnungkan, bagaimana sesungguhnya sesuatu yang kita anggap adalah yang terbaik bagi hidup kita TERNYATA tanpa kita sadari telah membuat kita telah kehilangan yaang TERBAIK yang sesungguhnya.
Hal yang mudah orang mendapatkan kekayaan bagi mereka terbaik tapi mereka kehilangan kehangatan, keharmonisan keluarga.
Orang berpikir bahwa seseorang yang disukainya adalah yang terbaik untuk hidupnya sebagai pasangan, namun ternyata tatkala mendapatkannya orang tersebut telah kehilangaan hubungannya dengan keluarga, sahabat, bahkaan dengan TUHANnya.
Atau hal sebaliknya, orang berpikir bahwa sesoraang yang disukainya adalah yang terbaik untuk menjadi pasangannya dan tatkala ia tidak mendapatkannya atau kehilangannya, maka ia berpikir ia telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik. Ia memiliki hidup dalam kekecewaan. Mungkin tanpa ia sadari ia telah kehilangan yang terbaik sesungguhnya, yaitu adalah kebahagiaan hidupnya, damai dalam hidup, Hubungan dengan Tuhan.
Apakah sesuatu yang kita anggap terbaik lebih baik dari hidup ini sendiri?
Apakah sesuatu yang kita pandang sebagai hal yang terbaik untuk hidup adaalah hal yang lebih baik dari hubungan dengan TUHAN ?
Renungkanlah hal apakah yang dirimu pandang sebagai yang terbaik dalam tahun ini?
betulkah hal itukah yang terbaik? atau jangan-jangan engkau sesungguhnya sedang kehilangan sesuatu yang lebih baik dari hal itu.(MRB)
Selasa, 27 Desember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
