Masalah penyalahgunaan narkoba telah ada dari dahulu kala bahkan terus berkembang. Dahulu kala hanya kalangan usia tertentu yang menyalahgunakan narkoba, namun sekarang dapat terlihat anak-anak juga menyalahgunakannya. Tidak terbayangkan bagaimanakah perkembangan penyalahgunaan narkoba ini di masa 5-10 tahun mendatang.
Berbagai usaha untuk menurunkan penyalahgunaan narkoba dari pemerintah telah dilakukan namun sebaiknya setiap keluarga berperan aktif. Tidak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi pada seorang remaja namun tidak diketahui keluarganya. Sungguh menyedihkan ketika orangtua mengetahui anaknya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba saat tertangkap pihak berwajib. Fakta-fakta yang perlu disadari adalah:
1.Anak yang menyalahgunakan narkoba pada umumnya tidak memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan keluarganya. Umumnya penyalahguna narkoba berasal dari keluarga yang tidak utuh (berpisah, cerai), suasana rumah yang diwarnai pertengkaran orangtua terus menerus, hubungan keluarga yang terputus.
2.Pola asuh keluarga bersikap terlalu melindungi atau menyayangi anak terlalu berlebihan, sehingga menyebabkan anak menjadi tergantung pada orangtua, kurang percaya diri, dan kurang rasa harga diri. Sebaliknya, ada juga orangtua yang mempunyai harapan yang sulit diwujudkan oleh anaknya (seringkali terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuannya) atau orangtua yang terpusat pada kesuksesan dan prestasi anak, sehingga menimbulkan frustrasi pada anak. Untuk meredakan frustrasi tersebut, anak mengambil jalan pintas yaitu mendapatkan kepuasan dan ketenangan batin dengan menggunakan obat (Joewana dkk., 2001).
3.Remaja menyalahgunakan narkoba karena ada unsur konformitas ataupun paksaan dari lingkungannya. Keluarga memiliki tugas yang besar untuk mewaspadai lingkungan yang ada serta keluarga harus membangun pribadi remaja yang tangguh terhadap paksaan ataupun tawaran negatif. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua serta adanya penerimaan untuk membuat anak berani menceritakan apa yang sedang dialaminya, sehingga anak dapat menceritakan kepada orangtuanya ketika dipaksa oleh lingkungannya untuk memakai narkoba.
4.Keluarga mempunyai pengaruh yang besar saat seseorang berhenti tidak menyalahgunakan narkoba kembali. Penerimaan, kesabaran, dan ketenangan diperlukan oleh anggota keluarga lainnya. Keluarga jangan saling menyalahkan ketika terjadi kasus narkoba pada salah seorang anggota keluarga karena akan menambahkan masalah yang tidak bermanfaat.
Setiap keluarga haruslah berjaga-jaga dan sadar bahwa ini adalah tanggung jawab yang perlu ditanggung. Jadikanlah keluarga sebagai kota perlindungan bagi anak-anak terhadap bahaya narkoba. Pendidikan mengenai narkoba haruslah dilakukan juga dalam keluarga sejak dini karena penyalahguna narkoba setiap masa makin berusia dini. Selain itu keluarga harus menjadi tempat yang nyaman untuk anak berkeluh kesah agar anak dapat terbuka dan nyaman untuk mengadu ataupun menanyakan informasi sesuatu yang hendak diketahuinya. Mari tingkatkan peran keluarga dan jangan menunggu penyesalan hingga barulah menyadarinya.
Sabtu, 17 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar